Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi

Debu

Aku sedang berharap Tapi ternyata pada orang yang salah Bagai keledai aku terjatuh kembali Bagaimakan dia sadar yaTuhan? Jika pandangannya terus kedepan Jika sekalipun kepalanya tidak ditundukan Jika bahkan matanya tidak dikedipkan Lalu aku bisa apa? Diam tanpa kata? Berjalan tanpa arah? Mengabaikan urusannya? Aku tidak bisa. Bukannya tak mencoba Hanya saja Ini menyangkut perasaan Ini menyangkut pendirian Terinspirasi dari seorang kawan, Love you Sampai saat ini gue pun gak ngerti apa yang gue tulis.

Kamu

Sebuah puisi malam sabtu. Maaf ya suka spam puisi di blog gini *padahal gak ada yang baca* If you read my blog, please comment for advice;) Mungkin engkau ragu Bila ku akan menunggu Jangan kau menjadi gagu Melihatku terbujur kaku Suara ini menginginkanmu Bukan hanya sebagai tamu Tapi sebagai pendampingmu Boleh juga teman hidupmu Aku senang Bersamamu aku tenang Tiap inci tubuhmu 'kan kukenang Meski mataku menyipit berkunang Janganlah kau siakan tangismu Simpanlah 'tuk bahagiamu Aku mungkin rapuh Tapi aku takkan luluh Beribu maaf ingin kuberi Rasanya tak pantas diri Karena ku laksana duri Yang menusuk kaki sang penari Purwokerto, 2 Oktober 2015. Selamat Hari Batik Nasional Teruntuk kau yang disana, yang mungkin melihatku meski aku tidak melihatmu  Aku. Rindu. Kamu, AAP.