Skip to main content

Posts

Baper?

Harapan akan berujung pada kecewa
Aku harap
Aku ingin
Aku mau
Tak selalu berakhir dengan bahagia

Apa salah bawa perasaan?
Bukan salah hanya tak baik
Kata ibu
Lebih baik dicintai
Akan sedikit kau kecewa

Lalu, mengapa wanita salah?
Jika ia memilh untuk bertahan
Atau untuk setia
Sakit dalam kesendirian

Apa salah kuberi perhatian?
Apa salah kubawa perasaan?

Recent posts

Punuk merindukan Bulan

Raguku  Engkau semu Tangisku Engkau berlalu Amukku Kau tak pernah tahu
Salahku Tidak beri tahu Sesalku  Tak jelaskan padamu 
Aku masih ingin kamu Aku ingin peluk jiwamu Meski tlah melewatiku  Menapaki jalan berbatu  dan terus terpaku
Kamu. Aku merindumu Macam istilah dulu "Si punuk yang merindu"
Aku masih termangu. Menatap layar putih di depanku. Berkelap kelip merayu. Mengalihkan perhatianku dari si sumber ilmu.  Layar itu terus mengajakku berselancar. Menjelajahi belahan dunia. Menyusuri tiap kota hingga benua. Berawal dari Hindia sampai ke Antartika.  Kertas buram berisi rangkaian kata pun kutinggalkan. Salah kalau kau bilang isinya sekedar puisi atau sajak merayu. Kertas ini berisi bahasa latin yang sulit dihapalkan. Berisi bahasa tubuh dan strukturnya. Berisi...............tulisan yang memuakkan. 
Meskipun bahasanya ribet, tidak simpel, dan aneh namun aku memang benar-benar kenyang saat ini. Aku butuh liburan..... benaran liburan. Bukan libur dan tetap harus membaca. T…

Tahun kedua

Time flight so fast. Now, I'm here. Sitting in front of lptop and typing my ideas. I'm also watching television and poor me there's no good movies in every channel. So, I use to focus to my blog.  Today is my bornday. again. wuah. One year ago, I had an anatomy test and today, I had Patologi Klinik test. Poor me, I got my birthday and I had to do test. 
Ulang tahun kedua di negeri rantau. Jadi inget. apa yang udah gue lakukan 2 tahun kebelakang? Kayaknya gue masih sama. Tidak membanggakan. Masih cengeng. Masih males. Masih kangen rumah. Belum bisa mandiri. Masih manja. Yah meskipun ada sedikit perubahan, yaituu makin legowo ngeliat nilai. Sedih sih tapi mau gimana lagi:'(. 
Gue masih merasa kufur nikmat, jauh dari agama, masih kurang bersyukur, suka ngeluh, suka minta macam macam ke Allah, masih jauh banget dari iman dan takwa, dan masih memaksakan sesuatu atau kurang tawakal. Padahal udah 19 tahun hidup. Gua juga masih kurang saat berhubungan dengan manusia. Kurang b…

Dalang dan Wayang

Akhir-akhir ini saya banyak bertanya tentang sebuah sistem. Sistem yang menjadikan orang di sekeliling saya mengeluh, berbuat curang, sampai ngomongin orang. Saya pun masih bertanya yang salah itu siapa. Mungkin sistem yang salah. Tapi toh ada dalang dari setiap sistem kan? Sistem itu dijalankan pasti ada alasan kan? Lalu siapa 'sang dalang' tersebut? 
Sebenarnya sistem ini bagus. Sangat bagus sampai beberapa orang yang tidak menjalankannya memuji dan mendukung. Namun, sistem yang bagus ini belum sempurna sehingga menurut saya pribadi belum dapat dijalankan. Sempurna engganya bisa dilihat dari kesiapan dalang dan wayangnya juga alur ceritanya.
Sebenarnya, siapkah saya dan pemain lainnya menjalankan skenario si dalang? Saya rasa belum semua. Beberapa memang siap dengan menjalankan berbagai cara, Namun, beberapa lainnya masih 'cacat' untuk menjalankan skenarionya. Termasuk saya. 
Kami tidak memiliki panduan dan panutan untuk sistem ini. Kami pun tidak memiliki suara unt…

Debu

Aku sedang berharap
Tapi ternyata pada orang yang salah
Bagai keledai aku terjatuh kembali

Bagaimakan dia sadar yaTuhan?
Jika pandangannya terus kedepan
Jika sekalipun kepalanya tidak ditundukan
Jika bahkan matanya tidak dikedipkan

Lalu aku bisa apa?
Diam tanpa kata?
Berjalan tanpa arah?
Mengabaikan urusannya?

Aku tidak bisa.
Bukannya tak mencoba
Hanya saja
Ini menyangkut perasaan
Ini menyangkut pendirian



Terinspirasi dari seorang kawan,


Love you
Sampai saat ini gue pun gak ngerti apa yang gue tulis.

Amanah

Akhir-akhir ini gua dilanda kegalauan. Bukan galau nyari pasangan, karena toh gue belum siap nikah. Gua galau akan amanah yang ditawarkan. Amanah yang ditawarkan berat tapi menarik buat gua. Amanah ini menarik karena menyenangkan untuk dijalani. Amanah ini banyak diincar orang lain pula. Tadinya gua ingin memikul amanah ini, tapi karena ada syarat-syarat tertentu akhirnya gua mengurungkan niat. Ternyata, gua malah ditawari bukan meminta. 
Seharusnya gua langsung menerima tawaran itu. Itu kan impian gua dulu. Tapi masalahnya, ada beberapa hal yang membuat gua mikir ulang. Amanah ini impian tapi besar. Sementara, ada amanah lain yang sedang gua panggul. Amanah yang tidak enteng pula. Dengan bodohnya. di awal gua menolak tawaran itu karena merasa gua gak sanggup dan takut cuma jadi pato buat amanah itu. Tapi sang penawar amanah ini terus memaksa dan meyakinkan gua. Dia menepis semua pertanyaan gua, menjawab tanpa ragu, dan dengan yakin. Tetep aja gua mikir-mikir. Ujung-ujungnya dia ngas…

Kamu

Sebuah puisi malam sabtu. Maaf ya suka spam puisi di blog gini *padahal gak ada yang baca* If you read my blog, please comment for advice;)
Mungkin engkau ragu Bila ku akan menunggu Jangan kau menjadi gagu Melihatku terbujur kaku
Suara ini menginginkanmu Bukan hanya sebagai tamu Tapi sebagai pendampingmu Boleh juga teman hidupmu
Aku senang Bersamamu aku tenang Tiap inci tubuhmu 'kan kukenang Meski mataku menyipit berkunang
Janganlah kau siakan tangismu Simpanlah 'tuk bahagiamu Aku mungkin rapuh Tapi aku takkan luluh
Beribu maaf ingin kuberi Rasanya tak pantas diri Karena ku laksana duri Yang menusuk kaki sang penari

Purwokerto, 2 Oktober 2015. Selamat Hari Batik Nasional


Teruntuk kau yang disana, yang mungkin melihatku meski aku tidak melihatmu  Aku. Rindu. Kamu, AAP.