Skip to main content

Pesan dari Korlas x.6

Dear X.6 angkatan 36,

Kebetulan gue lagi gak ngablu, I just wanna say something for you. 
Ini pertama kalinya kepanitian MOPD buat gue. Saat ditanya mau jadi apa sama Kak Audy. Gue jawab. Korlas. Gue gak tau alesan gue jadi korlas apa. Jujur saat itu pikiran yang terlintas sangatlah ngablu. Gue pengen diajak bukber. Dan setelah gue menjalani semua tugas serta bersama kalian, pikiran gue berubah. 
Awalnya gue sangat berterima kasih ke kakak inti dan sc yang mempercayai jabatan sebagai korlas ke gue. Gue masih kurang percaya aja kalo mereka mempercayai gue dengan jabatan itu. Apa karena muka gue yang lemah lembut dan sangat penolong?-_-oke mulai ngablu. Apapun alasannya, gue senang karena kali ini gak di php-in. 

Saat diumumin di aula atas yaitu kelas X3, gue melihat nama gue di daftar korlas kelas X6. Dan gue sedikit kaget ngeliat nama arkaan di situ juga. Ada apa dengan Arkaan? Ada apa dengan tijel? Mengapa duo tijel dipersatukan? Entahlah jangan jangan mereka ingin membuat kelas tertijel(?) Apapun itu gue tetap senang. Gue, Arkaan, dan Kak Ambar pun sering saling sms untuk memberi tahu info info terkini seputar korlas. 

Hari yang ditunggu pun tiba. Saatnya memperkenalkan diri di masing masing kelas. Awalnya rada annoy. Gue bingung mesti ngapain. Masih bertanya tanya sama kak ambar. Dan kelas masih sepi. Gue pun menonton konser GTC. Dan hpnya lowbat. Saat gue nyalain hp....sms numpuk. Gue pun membalas sms yang rata-rata bertanya mengenai tugas. Saking ngablunya, tiket kereta gue sampe ketinggalan dan gue disindir sama ibuibu:/. 

Sabtu, ternyata mereka mau ngerjain tugas bareng. Gue, Kak Ambar, dan Arkaan pun menyusul ke rumah salah satu anak yaitu Shalfa. Kami berusaha membantu sebisa mungkin membuat atribut. Kami tidak bisa lama-lama disana karena ada pertemuan korlas di sekolah kembali. Akhirnya kami berpamitan. Maafkan kami ya:( 

Ternyata atribut belum sepenuhnya lengkap, kami kembali berusaha membantu. Karena tinggal tas, gue berusaha untuk membuat tas. Alhamdulillah, gue berhasil mengerjakan beberapa tas dengan di bantu beberapa anak. Senangnya, x6 makin kompak. Mereka gercep dalam ngerjain tugas. Mereka juga mulai saling mengusili.

Senin, kami lalui dengan adanya inspeksi pagi dan sentra yang marah. Beberapa sentra masuk ke kelas kami. Marah kepada kami karena belum bisa mendidik dengan baik. Maafkan kami sentra, kami belum maksimal. Hari Selasa, sama seperti sebelumnya. Kami bermain bersama dan mencoba menghafal bersama. Namun saat sentra masuk. Kami di evaluasi sentra. Jika kalian menganggap hanya acting. TIDAK. Saya benar benar menangis. Saya merasa gagal menjadi korlas. Saya merasa tidak bisa menjadi korlas yang baik untuk kalian. Ini tulus....Dan gue, kak ambar, dan arkaan sedikit merenung mengenai diri kita. Mencoba memperbaiki kesalahan. Terutama saat wira dan laras menjadi jaminan dan mereka tidak bisa menyelamatkan. Kami merasa.....kalian masih individualis. 

Pada awalnya, gue pengen jadi korlas karena ingin diajak bukber. Tapi setelah gue menjalaninya, GUE SALAH BESAR. Gue pengen ngebuat paling gak 32 orang menjadi lebih baik. Paling tidak ingin membuat satu kelas lebih kompak, lebih aktif, intinya ingin membetulkan sikap-sikap yang nyeleneh ataupun ngablu. Ini bener-bener bukan acting. Bahkan tidak ada skenario dalam MOPD. Korlas tidak pura-pura baik. Korlas memang tulus membantu kalian. Sentra tidak pura-pura galak. Namun, Sentra tulus mengevaluasi kalian agar lebih baik. MOPD itu ketulusan. Tidak ada yang dibuat-buat. 

Hari ketiga, mungkin sedikit skenario. Namun, saat Kak Ambar, Arkaan, dan saya masuk ke kelas. Jujur, kami menyatakan itu semua sungguh sungguh. Kami sedikit kecewa dengan kalian. Kalian yang kurang aktif, kalian yang belum bersatu, kalian yang masih belum menghargai kami.....Mungkin kalian mengira apapun yang ada di mopd adalah SANDIWARA. Namun, tidak. Kami, korlas, tulus menyayangi kalian. Kami ingin membantu kalian menjadi lebih baik. Tidak ada sandiwara dalam menyayangi kalian. Tulus. Dari hati. 

Saat di evaluasi, kami menangis. Tidak. Itu pun bukan sandiwara. Tidak. Tidak ada skenario. Kami menangis karena merasa kecewa. Kami kecewa dengan diri kami yang belum bisa membimbing kalian. Kami kecewa karena belum menjadi korlas yang sempurna. Dan kami pun kecewa karena belum dihargai. Jujur, saya tidak pernah menangis seperti tadi akhir akhir ini. Dan saya tidak pernah menyangka, menjadi korlas tidak mudah seperti yang di bayangkan. 

Tahukah kalian, saat kami mencoba mendekatkan ukhuwah kalian. Itu tidak mudah. Kami bingung harus memulai dari mana. Kami bingung bagaimana caranya. Kami bahkan saling bertanya. Namun, kami terus mencoba. Mencoba yang terbaik untuk kalian. Tahukah kalian, kami ingin MOPD ini bisa bermanfaat untuk kalian. 3 Hari. Kali ini hanya 3 hari. 3 hari untuk 3 tahun. Kami ingin 3 hari bisa membuat 3 tahun kalian bermanfaat di Smansa. Ingin membuat 3 tahun menjadi lebih baik untuk kalian. 

Menjadi korlas lebih dari sekedar mengharapkan buka bersama. Menjadi korlas diperlukan rasa tulus dalam membimbing seseorang yang masih belum tahu apa apa. Mungkin menurut kalian, korlas hanya sebagai penolong bagi kalian, pembela bagi kalian. Atau pemberi sms semangat untuk kalian. Atau penjarkom tugas-tugas kalian. Tapi tahukah kalian seberapa besar sayangnya kami pada kalian? Seberapa inginnya kami meluruskan jalan kalian? Meski, kami belum sempurna.....namun kami berusaha semampu kami. 

X6. 
3hari lebih kami bersama kalian. Celetuk celetuk kalian. Kehebohan kalian. Keinisiatifan kalian. Sorakan kalian. Nyanyian kalian. Kekompakan kalian. Bahkan kemodusan kalian terhadap apapun. Kami senang bersama kalian. Oke mari ngomong dengan gue. 

Gue mungkin seucuk korlas yang selalu terlihat bingung jika di depan kalian. Gue mungkin bukan korlas yang menyenangkan untuk kalian. Gue mungkin korlas yang masih  canggung dengan kalian. Namun, tahukah kalian? Gue sayang banget sama kalian. Oke jangan anggap modus. Sayang dalam arti kayak kakak dan adek. Laras yang berani, Wira yang nyeleneh tapi mau jadi penjamin, Kezia yang ngerobek name tag gue garagara takut sama kak audy, kak bima, dan kak fardhan-_-(JAHAT NIH INTI!) tapi bener bener sedih dan dia nangis:''', Shalfa yang rumahnya di jadiin basecamp, Jacklyn yang pendiem aja dan ngiranya gue temen sekelasnya-_-, Ghozi yang makannya sangat lamban, Kaditha yang nangis di marahin sentra, Ricky dan Rizki yang telat terus, Humam yang ingin jadi orang yang berguna, Juang si ketua kelas yang selalu bisa koordinir temen-temennya, Febrian si tukang modus pokoknya apa aja di modusin, Malik yang sering bgt sms malem buat nanya tugas dan malem terakhir malah sms minta maaf dan buat gue terharu dan anak anak lainnya yang punya sifat, sikap berbeda-beda namun bisa ngompakin diri. 

Kadang beberapa rintangan kami lalui. Kami mengingat kalian, kami mendapat kekuatan dari kalian. Saat menatap beberapa wajah yang ikut sedih saat kami dimarahi sentra. Kami merasa dianggap. Kami merasa dihargai. Namun, ada kalanya kami kecewa. Ada kalanya kami kesal. Korlas bukanlah orang yang kalian anggap cengeng dan hanya menuntut dihargai oleh kalian. Korlas adalah orang orang yang justru kuat. yang justru akan selalu berusaha semampu mungkin untuk membimbing kalian. Korlas adalah orang orang hebat yang mau meluangkan waktunya demi kalian untuk menolong kalian. Dan itu tulus. Saya percaya hal itu. 

X6,
Maafkan saya, Rakhmi, Kak Ambar, dan Arkaan jika dalam membimbing kalian masih banyak kekurang. Belum menjadi korlas yang baik. Belum bisa membawa kalian ke dalam jalan yang lebih baik. Belum bisa mengenalkan smansa dengan baik ke kalian. Belum menjadi korlas yang sempurna di mata kalian. Namun, kami tetap menyayangi kalian. Setidak respectnya kalian ke kami, kami selalu respect ke kalian. Kami menghargai usaha kalian dalam menyelesaikan tugas dengan baik. Kami selalu berusaha untuk menolong kalian. Intinya, kalian seperti adik bagi kami. 

Teriakan modus yang sering kami dengar, akan selalu kami kenang. Keluhan yang kalian lontarkan, sering kami balaskan dengan kata kata semangat. Mungkin kalian kesal kenapa terus terusan kata semangat yang di keluarkan. Tahukah kalian? Kata semangat itu tulus kami berikan. Tidak hanya terlontar dari mulut saja namun dipenuhi dengan harapan harapan untuk kalian. Doa-doa dari kami agar kalian selalu semangat dalam menjalani 3 hari ini untuk 3 tahun ke depan. 

Kami selalu berharap yang terbaik untuk kalian. Terima kasih jika kalian menghargai kami, menghormatii kami, dan menyayangi kami layaknya seorang kakak sendiri. Terima kasih jika kalian tidak keberatan dengan kecanggungan kami dalam menjadi korlas. Terima kasih atas kekompakan yang kalian tunjukan di depan kami. Terima kasih atas usaha kalian untuk membuat kami percaya. Terima kasih atas segala usaha kalian untuk menjadi yang terbaik selama 3 hari ini. Terima kasih atas segalanya.

Dear kelas Matematika, X6. Kalian, 31 anak, sudah kami anggap layaknya adik sendiri:) 

Semangat untuk kalian. 3 hari ini belum seberapa dibanding yang akan kalian alami 3 tahun kedepan.

Bismillah pasti kalian bisa!

-Rakhmi

Comments

Popular posts from this blog

Perangkat Keras Penghubung Internet

Kalo kata cah cah gaul jaman sekarang sih dunia tanpa internet itu hampa.... Padahal jaman dulu aja bisa hidup tanpa facebook, twitter, dan lain-lain yang penting bisa makan dan minum. Kalo kalian kalian belum cah gaul yang ngerti internet mending segera hubungin mas mas telkom terus pasang internet deh sebelum di zaman doraemon muncul.
Karena saya sebagai owner blog ini bersifat penolong dan gamau kalian ketinggalan jaman. Jadi postingan kali ini adalah tentang Perangkat Keras Penghubung Internet.
Benda paling penting yang harus kalian punya yaitu.........KOMPUTER! Bisa sih di hp tapi kurang pol gimana gitu.

Komputer merupakan komponen utama untuk dapat mengkases internet. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam koneksi internet sangat mentukan cepat atau lambatnya kinerja akses internet. semakin tinggi spesifikasi sebuah komputer, semakin cepat kinerja akses internet, begitu pula sebaliknya.
Spesifikasi minimal sebuah komputer dalam akses internet antara lain sebagi berikut:

Spextrum

So, here I am. Lonely. Alone. Kalo kata Rezdi sih 'lebih baik sendiri daripada ditemani oleh orang buruk. Eh intinya gitu deh pokoknya. Kalo di pikir pikir bener juga sih tapi hati gue berkata lain. Salah wey salah. Siapa tau orang buruk itu malah membawa kita ke suatu kesempatan yang gak akan pernah kita duga. ye gak? Kita mah gak tau apa apa. Oke skip dari  pada makin tijel mending lanjut ngomongin sesuatu. Jadi gue galau. Gue gak tau apa alesan galau kali ini. Putus harapan? Patah hati? Orang yang gue suka menyukai orang lain? Atau......masalah penjurusan? Yang terakhir kayaknya rada gakmungkin. Gue hanya ingin menjalani apa yang udah ada aja deh. Oke penjurusan tuntas. Kedua dari akhir? Gue aja gak suka sama siapa-siapa. Kecuali ekhm bang....mungkin. Tapi ya bodo amat deh. Daripada galau mending kita cerita tentang...SPEXTRUM!
Gue yang ngebacain puisi buatan Reza tentang spextrum. Dan pas latian 15 menit sebelum tampil atau beberapa menit setelah puisi dateng, penghayatan gue…