Skip to main content

Aku dan Hidupku

Actually, gue masih bingung kenapa gue nulis R's Jungle untuk minggu ini. Gue cuma lagi kangen nulis. #skip But I wanna share anything here. I couldn't tell anybody by myself. I wanted to share this. A little frontal but maybe it'll make my mind be better.

Di SMANSA ini semuanya sibuk. Yap sibuk AKSI 35. Kelas 10 berasa manajer baruu rapattt terusss. Sementara itu kenaikan kelas semakin dekat. Awalnya sih pas semester1 yaudah pikirin nanti ajalah. Tapi, gue kelabakan di semester2. Gak gue kira bahwa cuma 2 pilihan tapi itu bener-bener menentukan. IPA or IPS. Science or Social. Sama sama Ilmu kan? Sama-sama pelajaran kan? Namun apa yang dipelajari sangat berbeda. Dan itu menyangkut ke cita-cita. Gak mungkin kan lo mau jadi teknisi sementara ngambil kelas IPS. Dan sedikit disayangkan jika lo jadi hakim sementara lo ngambil kelas IPA. Jelas-jelas kalo jadi hakim gak perlu ngitungin cermin, gaya, tekanan, ngafalin rumus molekul, mantengin stokiometri, dan belajar tentang tubuh manusia.

Well, semua itu buat galau. Gue tau cita-cita gue. Gue tau tujuan gue setelah lulus nanti. Bahkan gue tau gue ingin jadi orang kayak apa nanti. But it's LATER. After I graduated from High School. And that's still for 2 years again. Yap. Bingung saat ini. Kalo dipikir-pikir gue bisa aja masuk Science kemudian murtad ngambil jurusan Social saat kuliah. Toh selama ini banyak banget yang melakukan tindakan kurang terpuji seperti itu. Tapi. Bayangkan akibatnya!! You learned Science for 3 years but then you took IPC? *IPC means the mix of science and social. Oh shoot. Lo kemanain gaya, tekanan, rumus molekul, stokiometri yang selama ini udah lo pelajarin dengan susah payah. Sementara jurusan social itu berhubungan dengan sosialisasi lo, kehidupanlo di bumi, sejarah dunia, hingga kehidupanlo dengan uang. Itu semua gak cukup lo pelajarin di IPC. Fine, emang cuma dasar. Tapi itu gak mudah kawan. Dan dengan menguasai semua itu sebelumnya, lo akan lebih terbiasa.

Bad news. Di tahun gue, IPC akan ditutup. Oh shoot! Kalo dipikir-pikir sih itu emang adil. Iyalah masa anak IPA dengan asiknya nyerobot hak anak IPS. Dan sedikit dari hati gue menyatakan gue setuju. Kenapa sedikit? Cause my parents didn't allowed me to be social student. What's the different? They're same right? We learned them for the next step.

Gue udah nyoba ngobrolin ini berulang kali. I tried everyday to open my parents mind about social class. My dream from elementary school was to be a Diplomat or Writer. But my parents just knew that I love to write about ANYTHING. Dan itu gak berpengaruh sama jurusan yang gue impikan. Dari SMP bahkan gue bener-bener interested sama yang namanya HUBUNGAN INTERNASIONAL. Diplomat. Wow. Itulah apa yang gue impikan dari dulu.

Akhir-akhir ini gue sempet kaget dan bingung harus gimana. Karena orang tua memprioritaskan jurusan SCIENCE dan bahkan gue disuruh ngambil kedokteran! DOCTOR? MOM, DAD PLEASE. FROM ELEMENTARY SCHOOL, I HATE MEDICINE! I WAS SCARY OF BLOOD. I DIDN'T WANT TO SEE DIED PEOPLE. PLEASE. I DIDN'T LIKE IT. Oke lebay. Ya sejujurnya semuanya salah sih. Gue gak terlalu mempermasalahkan. Cuma dua hal yang ngalangin gue buat GAK NGAMBIL pilihan ini. First, I wanted to be Diplomat. Dan itu sampe sekarang jadi impian gue. Second, I'm not good at biology and chemistry. Lo bayangin kalo gue jadi dokter. Udah sekolah 6 tahun lebih lagi sementara gue gak suka. Itu pasti useless banget kan? Terus kalo udah jadi dokter, nanti gue malah malpraktik masuk penjara deh. Orang tua pasti kecewa kan?

Intinya adalah gue suka HI. Dan pilihan universitas gue adalah UI/UGM. Mantaps kan? Meskipun gue sangat tau ini berat dan dibutuhkan kecerdasan serta doa yang luar biasa tak lupa hoki yang terus menerus akan membantulo buat jadi diplomat tapi gue gaboleh nyerah sebelum bertanding! Perjalan gue masih panjang! Kalopun gue gabisa di HI toh gue telah mencoba kan? Ya nyerempet dikit jadi Wartawan juga kece kook 8)

Tapi gue masih bingung. Di saat gue harus milih HI atau Kedokteran. Gue milih HI. Tapi disaat Allah ngasih lo pilihan. Meraih mimpi atau membuat orang tua bangga, apa yang akan lo pilih? Selama ini dari SD sampe gue SMA orang tua selalu mendukung pilihan gue. Mulai ikut lomba cipta puisi sampe masuk sekolah mana pun di dukung. Tapi sekarang disaat masa masa labil gue sebagai remaja. Di saat berita mengecewakan datang, orang tua gue malah membuat satu pilihan ke gue. Dan gue gak tau harus gimana. Gimana kalo meraih mimpi dan membuat bangga orang tua? I wish. But it couldn't. Gue tau bokap gue sangat mendewakan biologi sementara nilai biologi gue pas pasan. Gue tau nyokap gue dulunya adalah seorang science yang murtad dan tak mau hal itu terjadi pada anaknya. But please gave me another option.

Di saat gue memfixkan diri untuk meraih mimpi gue, tiba-tiba kenangan akan masa lalu datang. Di saat ortu gue mendukung semua pilihan gue. Mengorbankan waktu demi membuat gue senang. Membanting tulang demi memperlancar jalan menuju cita-cita gue. Tapi sekarang gue malah lebih milih menggapai mimpi dibanding membuat bangga orang tua sendiri. Pikiran gue masih labil. Science or Social. Bukan masalah apa yang gue mau nanti tapi kalo gue masuk social apakah orang tua gue akan senang betulan? Tidak pura-pura senang namun benar-benar bangga atas pilihan gue?




-disarankan untuk solat istikhoroh jika mengalami apa yang seperti gue alamin, bloggers.


with labil emote.
sad,happy,mad,

rkhm

Comments

Popular posts from this blog

Perangkat Keras Penghubung Internet

Kalo kata cah cah gaul jaman sekarang sih dunia tanpa internet itu hampa.... Padahal jaman dulu aja bisa hidup tanpa facebook, twitter, dan lain-lain yang penting bisa makan dan minum. Kalo kalian kalian belum cah gaul yang ngerti internet mending segera hubungin mas mas telkom terus pasang internet deh sebelum di zaman doraemon muncul.
Karena saya sebagai owner blog ini bersifat penolong dan gamau kalian ketinggalan jaman. Jadi postingan kali ini adalah tentang Perangkat Keras Penghubung Internet.
Benda paling penting yang harus kalian punya yaitu.........KOMPUTER! Bisa sih di hp tapi kurang pol gimana gitu.

Komputer merupakan komponen utama untuk dapat mengkases internet. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam koneksi internet sangat mentukan cepat atau lambatnya kinerja akses internet. semakin tinggi spesifikasi sebuah komputer, semakin cepat kinerja akses internet, begitu pula sebaliknya.
Spesifikasi minimal sebuah komputer dalam akses internet antara lain sebagi berikut:

Pesan dari Korlas x.6

Dear X.6 angkatan 36,

Kebetulan gue lagi gak ngablu, I just wanna say something for you.  Ini pertama kalinya kepanitian MOPD buat gue. Saat ditanya mau jadi apa sama Kak Audy. Gue jawab. Korlas. Gue gak tau alesan gue jadi korlas apa. Jujur saat itu pikiran yang terlintas sangatlah ngablu. Gue pengen diajak bukber. Dan setelah gue menjalani semua tugas serta bersama kalian, pikiran gue berubah.  Awalnya gue sangat berterima kasih ke kakak inti dan sc yang mempercayai jabatan sebagai korlas ke gue. Gue masih kurang percaya aja kalo mereka mempercayai gue dengan jabatan itu. Apa karena muka gue yang lemah lembut dan sangat penolong?-_-oke mulai ngablu. Apapun alasannya, gue senang karena kali ini gak di php-in. 
Saat diumumin di aula atas yaitu kelas X3, gue melihat nama gue di daftar korlas kelas X6. Dan gue sedikit kaget ngeliat nama arkaan di situ juga. Ada apa dengan Arkaan? Ada apa dengan tijel? Mengapa duo tijel dipersatukan? Entahlah jangan jangan mereka ingin membuat kelas tert…

Spextrum

So, here I am. Lonely. Alone. Kalo kata Rezdi sih 'lebih baik sendiri daripada ditemani oleh orang buruk. Eh intinya gitu deh pokoknya. Kalo di pikir pikir bener juga sih tapi hati gue berkata lain. Salah wey salah. Siapa tau orang buruk itu malah membawa kita ke suatu kesempatan yang gak akan pernah kita duga. ye gak? Kita mah gak tau apa apa. Oke skip dari  pada makin tijel mending lanjut ngomongin sesuatu. Jadi gue galau. Gue gak tau apa alesan galau kali ini. Putus harapan? Patah hati? Orang yang gue suka menyukai orang lain? Atau......masalah penjurusan? Yang terakhir kayaknya rada gakmungkin. Gue hanya ingin menjalani apa yang udah ada aja deh. Oke penjurusan tuntas. Kedua dari akhir? Gue aja gak suka sama siapa-siapa. Kecuali ekhm bang....mungkin. Tapi ya bodo amat deh. Daripada galau mending kita cerita tentang...SPEXTRUM!
Gue yang ngebacain puisi buatan Reza tentang spextrum. Dan pas latian 15 menit sebelum tampil atau beberapa menit setelah puisi dateng, penghayatan gue…