Skip to main content

Posts

Dalang dan Wayang

Akhir-akhir ini saya banyak bertanya tentang sebuah sistem. Sistem yang menjadikan orang di sekeliling saya mengeluh, berbuat curang, sampai ngomongin orang. Saya pun masih bertanya yang salah itu siapa. Mungkin sistem yang salah. Tapi toh ada dalang dari setiap sistem kan? Sistem itu dijalankan pasti ada alasan kan? Lalu siapa 'sang dalang' tersebut?  Sebenarnya sistem ini bagus. Sangat bagus sampai beberapa orang yang tidak menjalankannya memuji dan mendukung. Namun, sistem yang bagus ini belum sempurna sehingga menurut saya pribadi belum dapat dijalankan. Sempurna engganya bisa dilihat dari kesiapan dalang dan wayangnya juga alur ceritanya. Sebenarnya, siapkah saya dan pemain lainnya menjalankan skenario si dalang? Saya rasa belum semua. Beberapa memang siap dengan menjalankan berbagai cara, Namun, beberapa lainnya masih 'cacat' untuk menjalankan skenarionya. Termasuk saya.  Kami tidak memiliki panduan dan panutan untuk sistem ini. Kami pun tidak memilik...

Debu

Aku sedang berharap Tapi ternyata pada orang yang salah Bagai keledai aku terjatuh kembali Bagaimakan dia sadar yaTuhan? Jika pandangannya terus kedepan Jika sekalipun kepalanya tidak ditundukan Jika bahkan matanya tidak dikedipkan Lalu aku bisa apa? Diam tanpa kata? Berjalan tanpa arah? Mengabaikan urusannya? Aku tidak bisa. Bukannya tak mencoba Hanya saja Ini menyangkut perasaan Ini menyangkut pendirian Terinspirasi dari seorang kawan, Love you Sampai saat ini gue pun gak ngerti apa yang gue tulis.

Amanah

Akhir-akhir ini gua dilanda kegalauan. Bukan galau nyari pasangan, karena toh gue belum siap nikah. Gua galau akan amanah yang ditawarkan. Amanah yang ditawarkan berat tapi menarik buat gua. Amanah ini menarik karena menyenangkan untuk dijalani. Amanah ini banyak diincar orang lain pula. Tadinya gua ingin memikul amanah ini, tapi karena ada syarat-syarat tertentu akhirnya gua mengurungkan niat. Ternyata, gua malah ditawari bukan meminta.  Seharusnya gua langsung menerima tawaran itu. Itu kan impian gua dulu. Tapi masalahnya, ada beberapa hal yang membuat gua mikir ulang. Amanah ini impian tapi besar. Sementara, ada amanah lain yang sedang gua panggul. Amanah yang tidak enteng pula. Dengan bodohnya. di awal gua menolak tawaran itu karena merasa gua gak sanggup dan takut cuma jadi pato buat amanah itu. Tapi sang penawar amanah ini terus memaksa dan meyakinkan gua. Dia menepis semua pertanyaan gua, menjawab tanpa ragu, dan dengan yakin. Tetep aja gua mikir-mikir. Ujung-ujungnya d...

Kamu

Sebuah puisi malam sabtu. Maaf ya suka spam puisi di blog gini *padahal gak ada yang baca* If you read my blog, please comment for advice;) Mungkin engkau ragu Bila ku akan menunggu Jangan kau menjadi gagu Melihatku terbujur kaku Suara ini menginginkanmu Bukan hanya sebagai tamu Tapi sebagai pendampingmu Boleh juga teman hidupmu Aku senang Bersamamu aku tenang Tiap inci tubuhmu 'kan kukenang Meski mataku menyipit berkunang Janganlah kau siakan tangismu Simpanlah 'tuk bahagiamu Aku mungkin rapuh Tapi aku takkan luluh Beribu maaf ingin kuberi Rasanya tak pantas diri Karena ku laksana duri Yang menusuk kaki sang penari Purwokerto, 2 Oktober 2015. Selamat Hari Batik Nasional Teruntuk kau yang disana, yang mungkin melihatku meski aku tidak melihatmu  Aku. Rindu. Kamu, AAP.

Camar telah iba

Angin berhembus setiap kali ku melangkah Ombak bergulung menyambut  Langit jingga menatap dengan kasih  Camar bersuara seakan memanggil Tapi aku tak peduli  Aku tak pernah peduli  Dunia terus berputar  Dan aku tidak pernah sama  Derap langkah mungkin tak berubah Namun kakiku yang berubah arah Meski tak tahu benar atau salah  Mungkin langkah ini salah  Karena ku rasa hilang arah Mungkin senja lain lebih baik Jika saja aku memutar balik ya, jika saja.  Ombak sudah menungguku  Untuk ikut bergelung bersamanya  Menikmati senja yang akan berakhir  Menenggelamkan sang mentari hari ini Camar tak mampu bernyanyi Melihatku memegang langit tak mampu  Melihatku mengenggam laut tak sanggup  Camar telah iba  Maafkan aku dunia Setidaknya aku pernah mencoba. Untuk seorang kawan. 

Jas Putih

Selamat buat temen-temen dan adek adek yang sudah menjadi maba 2015 di ptn dan pts!! Wah gak kerasa ya sudah setahun berlalu. Dan gua masih s endiri  gini-gini aja. Jadi inget tahun lalu gue yang sangat was was menunggu pengumuman gel 1 UPN. Udah nangis-nangis eh alhamdulillah dapet. Tapi leganya cuma bulan Januari aja. Bulan-bulan selanjutnya gue harus melalui ujian nasional yang kalo kata kakak kelas soalnya unpredictable. Akhirnya gua masih berjuang di UN yah siapa tau dapet undangan. Kenyataannya gue harus bertempur di SBMPTN dan SIMAK baru bisa dapet ptn.  Sebenernya gue bukan orang yang menjunjung tinggi ptn bagus. Gue menjunjung tinggi jurusannya bro. Seneng sih dapet di ptn yang bagus tapi kalo jurusan yang gue pengen gak dapet? Buktinya gue daftar di pts juga (tahun lalu upn masih pts). Karena gue termasuk yang visioner broh. Gak peduli almamaterlu yang penting lo gapai cita-citalo. Kenapa gue akhirnya memilih di ptn? Karena gue sayang orangtua(?) Alhasil g...

Cinta?

Cinta tak pernah meminta Pun jarang memberi yang kau pinta Cinta jarang sekali berlabuh Hanya berlabuh pada sang empu Pun tak pernah pandang bulu Cinta tak perlu waktu Cinta tahu kapan kau butuh Dia di sisimu selalu Meski kau tak tahu Kau abaikan Kau kecewakan Kau sakiti Kau khianati Dia akan kembali Dan itu bukan ilusi Cinta Itu Apa Siapa With many questions, RF